Mulanya Chad merasa mata kirinya gatal. Apa yang dia alami itu lantas dikaitkan dengan alergi. Namun apa yang dialami mata kirinya terasa semakin parah. Dia tidak lagi bisa melihat. Ternyata lensa kontaknyalah penyebabnya. Demikian dikutip dari CNN dan ditulis pada Minggu (23/8/2015).
Dokter di Cincinnati Eye Institute mendiagnosis Chad telah terkena infeksi bakteri yang dengan cepat merusak kornea. Infeksi itu didapat karena kebiasaannya berlama-lama menggunakan lensa kontak. Ya, pria yang bekerja di Cincinnati, Amerika Serikat (AS), itu hanya melepas lensa kontaknya seminggu sekali untuk dibersihkan.
Kehilangan Penglihatan Karena Lensa Kontak Tak Dicopot Saat Tidur
Meskipun lensa kontak itu telah mendapat izin dari Food and Drug Administration (FDA), namun American Academy of Ophthalmology memperingatkan penggunaan lensa kontak yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko infeksi. Sayangnya Chad tidak menyangka 'kebiasaan praktisnya' malah berujung kefatalan.
Ditengarai, infeksi di mata Chad adalah akibat Pseudomonas yang merupakan salah satu jenis infeksi bakteri terburuk di mata. dr William J. Faulkner, Direktur Layanan Darurat di Cincinnati Eye Institute dan salah satu dokter yang merawat Chad mengatakan beberapa sel dalam kornea pasiennya itu mulai mati. Bahkan meski infeksi Chad sudah ditangani dan dibersihkan, namun ada bekas luka yang tertinggal.
Kemungkinan Chad membutuhkan transplantasi kornea. "Jaringan parutnya berkurang tapi tidak akan memudar sepenuhnya," kata dr Faulkner.
Kehilangan Penglihatan Karena Lensa Kontak Tak Dicopot Saat Tidur,Chad bukan satu-satunya orang yang punya kebiasaan buruk dalam menggunakan lensa kontak. Sebuah laporan baru yang disusun oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS menemukan bahwa di antara 41 juta orang dewasa di Amerika Serikat yang memakai lensa kontak, 99 persen dari mereka memakai, membersihkan, dan atau menyimpan lensa kontaknya dengan cara yang tidak higienis.
Kesalahan yang paling umum adalah tidur dengan tetap memakai lensa kontak. Kesalahan lain yang dilaporkan adalah jarang mengganti lensa kontaknya, dan bahkan mandi dengan tetap memakai lensa kontak. Padahal kegiatan itu memungkinkan bakteri dari dalam air masuk ke dalam lensa kontak, bersemayam di sana dan menginfeksi mata.
Laporan ini menemukan bahwa sepertiga dari pemakai lensa kontak harus pergi ke dokter karena mata merah atau nyeri akibat lensa kontaknya. dr Jennifer R. Cope, ahli epidemiologi medis di CDC dan penulis utama laporan tersebut mengatakan mungkin tidak banyak pemakai lensa kontak yang menyadari bahwa mereka melakukan kebiasaan yang salah.
Nah, jika Anda merasa sakit di mata, atau mata menjadi kemerahan, maupun melihat ada nanah di mata, segeralah melepas lensa kontak yang Anda pakai dan berkonsultasilah ke dokter mata. Semakin cepat ditangani, maka akan semakin baik untuk mencegah infeksi yang lebih menyebar.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !