Beberapa orang menganggap hal ini biasa terjadi. Namun sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa sakit kepala yang terlalu sering dialami oleh ibu hamil bisa jadi merupakan tanda bahaya bagi si ibu dan anak yang dikandungnya.
"Sakit kepala selama masa kehamilan memang terjadi secara umum. Tetapi tidak mudah untuk membedakan antara migrain dan sakit kepala yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan," ujar kepala peneliti, Dr Matthew Robbins yang juga direktur layanan rawat inap di Montefiore Headache Center, New York, seperti dikutip dari Medicine Net, Jumat (21/8/2015).
Gejala Komplikasi Kehamilan Sakit Kepala pada Bumil
Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Neurology ini menganalisis catatan medis 140 ibu hamil dengan rata-rata usia 29 tahun yang sering mengalami sakit kepala. Data para ibu hamil ini diperoleh setelah dirujuk untuk berkonsultasi dengan ahli neurologi di Jack D. Weiler Hospital di New York City selama lima tahun. Sebagian besar partisipan adalah wanita berkulit hitam dan wanita hispanik.
Hasilnya, ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan sering mengalami sakit kepala parah memiliki risiko mengalami komplikasi kehamilan 17 kali lebih besar. Sementara itu, wanita hamil yang sebelum masa kehamilannya tidak memiliki riwayat sakit kepala, risiko komplikasi kehamilannya lima kali lebih besar.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sakit kepala yang terlalu sering dialami ibu hamil bisa menjadi tanda adanya berisiko preeklampsia. Preeklampsia didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine setelah 20 minggu masa kehamilan pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Sedikit peningkatan tekanan darah sudah bisa menjadi tanda preeklampsia.
Gejala Komplikasi Kehamilan Sakit Kepala pada Bumil,Dengan adanya hasil penelitian ini, peneliti menganjurkan para dokter dan psikiater untuk lebih memperhatikan penanganan medis pada ibu hamil yang mengalami sakit kepala parah, terutama jika tekanan darahnya tinggi atau sebelum masa kehamilan jarang mengalami sakit kepala.
Para peneliti menambahkan bahwa preeklampsia cenderung terjadi pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan. Gejalanya dapat berupa tekanan darah tinggi, sakit kepala, penglihatan kabur, atau sakit perut. Dan jika kondisinya parah, persalinan prematur perlu dilakukan.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !