Minuman Energi Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Cedera Otak
Minuman Energi Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Cedera Otak,Tak hanya orang dewasam remaja pun kini ada yang mengandalkan minuman
energi untuk membuat tubuhnya tetap bugar dan berstamina. Menurut studi
terbaru yang dilakukan di Ontario, Kanada, remaja yang mengonsumsi
minuman berenergi dalam jumlah banyak berisiko lebih tinggi mengalami
cedera otak.
Risiko mereka lebih besar dibandingkan remaja yang tidak mengonsumsi minuman energi dengan kandungan kafein tinggi. Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis informasi dari survei pada lebih dari 10.000 orang anak SMP dan SMA usia 11-20 tahun. Para murid diberi pertanyaan mengenai konsumsi minuman berenergi.
Selain itu, mereka juga ditanyai cedera otak akibat trauma yang pernah dialami dan membuat mereka tidak sadar paling tidak selama 5 menit. Atau, cedera otak yang membuat mereka harus dirawat di RS karena mengalami trauma pada otaknya.
Hasilnya, diketahui sebanyak 22 persen murid mengatakan pernah mengalami trauma cedera otak selama hidupnya dan enam persen dari mereka terkena trauma cedera otak di tahun lalu. Kebanyakan dari murid-murid itu mengalami cedera otak saat tengah berolahraga.
Minuman Energi Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Cedera Otak"Ada hubungan antara konsumsi minuman berenergi dengan trauma cedera otak. Bagi mereka yang mengonsumsi, berisiko 5 kali lebih besar terkena trauma akibat cedera otak," kata dr Michael Cusimano, ahli bedah saraf di St. Michael's Hospital, Toronto, dikutip dari Fox News pada Jumat (18/9/2015).
Menurut tim peneliti, konsumsi minuman berenergi yang mengandung kafein tingkat tinggi dapat menghambat kemampuan tubuh untuk sembuh dari trauma. Apalagi, pada usia remaja, otak mereka sedang berkembang sehingga trauma bisa berpotensi menghambat atau bahkan membahayakan perkembangannya.
"Minuman berenergi dengan kandungan kafein yang sangat tinggi bisa mengubah keadaan tubuh manusia, di mana tubuh akan sulit beradaptasi setelah terkena trauma," pungkas dr Cusimano.
Apapun yang berlebihan memang bisa mengancam kesehatan, termasuk dalam mengonsumsi minuman berenergi.
Risiko mereka lebih besar dibandingkan remaja yang tidak mengonsumsi minuman energi dengan kandungan kafein tinggi. Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis informasi dari survei pada lebih dari 10.000 orang anak SMP dan SMA usia 11-20 tahun. Para murid diberi pertanyaan mengenai konsumsi minuman berenergi.
Selain itu, mereka juga ditanyai cedera otak akibat trauma yang pernah dialami dan membuat mereka tidak sadar paling tidak selama 5 menit. Atau, cedera otak yang membuat mereka harus dirawat di RS karena mengalami trauma pada otaknya.
Hasilnya, diketahui sebanyak 22 persen murid mengatakan pernah mengalami trauma cedera otak selama hidupnya dan enam persen dari mereka terkena trauma cedera otak di tahun lalu. Kebanyakan dari murid-murid itu mengalami cedera otak saat tengah berolahraga.
Minuman Energi Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Cedera Otak"Ada hubungan antara konsumsi minuman berenergi dengan trauma cedera otak. Bagi mereka yang mengonsumsi, berisiko 5 kali lebih besar terkena trauma akibat cedera otak," kata dr Michael Cusimano, ahli bedah saraf di St. Michael's Hospital, Toronto, dikutip dari Fox News pada Jumat (18/9/2015).
Menurut tim peneliti, konsumsi minuman berenergi yang mengandung kafein tingkat tinggi dapat menghambat kemampuan tubuh untuk sembuh dari trauma. Apalagi, pada usia remaja, otak mereka sedang berkembang sehingga trauma bisa berpotensi menghambat atau bahkan membahayakan perkembangannya.
"Minuman berenergi dengan kandungan kafein yang sangat tinggi bisa mengubah keadaan tubuh manusia, di mana tubuh akan sulit beradaptasi setelah terkena trauma," pungkas dr Cusimano.
Apapun yang berlebihan memang bisa mengancam kesehatan, termasuk dalam mengonsumsi minuman berenergi.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !